"Aku masih kecewa padamu, Mas. Kamu mengambil keputusan sendiri karena perempuan itu, atau jangan-jangan kamu sudah mulai mencintai dia. Karena tidak biasanya kamu seperti ini," ungkap Tamara apa yang dipikirkannya. "Ya gak lah, Sayang. Mana mungkin aku bisa mencintainya, dalam hatiku hanya ada kamu. Aku tidak akan pernah mencintai siapapun lagi, percayalah padaku. Apa yang aku lakukan padanya, tidak lebih dari sebuah tanggung jawab. Tidak pernah ada cinta sedikitpun," ucap Bayu meyakinkan. Keduanya saling bertatapan, Bayu memajukan kepalanya semakin dekat dengan Tamara. Bibir mereka pun bertemu, menyatu dan saling melumat. Tangan Bayu menelusup ke balik tengkuk Tamara, membuat Tamara semakin tidak bisa melepas lumatan bibir Bayu. Krukkk! Tamara tertegun, saat perutnya mengeluarkan bun

