Dengan perasaan risau karena Daniel tidak bisa juga dihubungi, akhirnya Tamara tetap pergi dari rumah itu. Mobil angkutan yang akan mengangkut barang-barangnya sudah sampai, di bantu dua pekerja dari mobil angkutan barang yang disewanya, juga bantuan dari pak Adul Tamara membawa turun semua barangnya. Bayu hanya memperhatikan saja kesibukan mereka tanpa bicara satu patah katapun. "Mas aku pergi, maaf kalau sudah membuatmu kecewa. Aku harap kamu bisa bahagia dengan istri mudamu itu," ucap Tamara pamit dengan sedikit sindiran. "Kami pasti bahagia dan kamu jangan mengusik kebahagiaan kami, tidak ada tempat lagi untukmu di rumah ini. Jadi jangan pernah berpikir untuk kembali!" tegas Bayu. "Hem, aku akan kirim alamat tempat tinggalku supaya kamu bisa mengirim surat cerainya. Aku belum tau ak

