"Ah!" Suara lenguhan itu muncul di ruang tengah unit apartemen yang minim cahaya. Di sana ada Dayana yang duduk di pangkuan William dan sibuk menciumi pria itu. Bibirnya terus bergerak di leher William, dan meninggalkan beberapa jejaknya di sana. Dayana terlihat lebih dominan, sedangkan William ia tampak menikmati dan tidak sentuhan dari wanita itu. Kedua matanya terbuka, ia membiarkan Dayana menyentuh tubuhnya tanpa perlawanan. Namun, saat bibir wanita itu ingin mencium bibirnya, William langsung menghindar, sehingga bibir Dayana menyentuh pipinya. "Again?" ucap Dayana dengan nada suara yang manja. "Apa aku tidak boleh mencium bibirmu? Kita sudah sering melakukan kegiatan ini, tapi sekalipun aku tidak pernah menyentuh bibirmu," William masih mempertahankan posisinya. "Jangankan bibir

