"Kenapa kau meninggalkan aku?" "Aku tidak meninggalkanmu, Cla," "Kau pembohong, Willy! Kau pria yang pembohong!! Aku benci dirimu!" "Clarissa!" "Kau pembohong William! Kau sudah menyakiti hatiku! "Clarissa!!" "Selamat tinggal, William." "Clarissa!!!" Kedua manik berwarna coklat terang itu terbuka dengan lebar, nafasnya memburu, dan keringat mengucur di keningnya. Ia mengubah posisinya menjadi duduk, "aku bermimpi buruk lagi," William menutup wajahnya dengan kedua tangan lalu menyibak rambutnya kebelakang. "Jam berapa sekarang?" ucapnya lagi, mencari-cari alarm sekaligus ponselnya. "Kemana barang-barang ku?!" gumamnya, sembari turun dari ranjang. Hanya mengenakan celana panjang tanpa atasan, William menyibak gorden jendela kamarnya. Sinar matahari langsung menyinari kamarnya yang

