Clarissa berdiri termenung menghadap cermin wastafel di dalam kamar mandinya. Rambut merahnya berantakan, begitu pula dengan riasan wajahnya. Kedua matanya mengedip bingung, "siapa yang mengantarku pulang?" Clarissa menggaruk keningnya yang terasa gatal, kepalanya pun terasa agak sakit. "Aku tidak mengingat apapun selain nama perusahaan itu- oh iya, dimana aku menyimpan kertasnya?" Clarissa keluar dari kamar mandi menuju ke meja nakas, dimana tas yang ia pakai semalam di letakkan sana. Ia mencari-cari kertas yang diberikan Robert kepadanya, masih sibuk mengacak-acak isi tas, ponsel yang juga ada di atas meja itu bergetar, dan Clarissa telah menyimpan nomor Robert. Ia mengangkat panggilan pria itu, "ha-" "Kau jadi masuk hari ini kan?" Clarissa langsung di todong pertanyaan oleh Robert.

