CHAPTER LIMA PULUH TUJUH

2164 Kata

            Bara duduk di depan ayahnya. Ia menarik napas berkali- kali dengan tidak ketara. Sebelah tangan ayahnya terangkat untuk memanggil pelayan. Pelayan berdiri di samping meja dan membiarkan Bara dan Priawan membolak- balik buku menu.             “Kamu udah sarapan?” tanya Priawan pada Bara hanya memesan secangkir kopi.             “Udah.” Bara menjawab singkat. Priawan akhirnya juga hanya memesan secangkir kopi dengan varian yang berbeda.             Bara masih terdiam saat Priawan memberondong berbagai macam pertanyaan padanya. Pria itu menanyakan bagaimana kabarnya, sudah kelas berapa, sekolah di mana dan di mana ia tinggal. Pria itu hanya fokus bertanya mengenai dirinya. Pria itu tak sama sekali menanyakan bagaimana ibunya. Membuat hati Bara terasa sesak.             Bar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN