Singapura, Mahesa masuk ke salah satu apartemen yang ada di sana. Di sampingnya seorang wanita yang umurnya hampir mencapai setengah abad mendampinginya menuju salah satu unit yang ada di sana. Wanita itu berdiri di sebuah pintu lalu membukanya dengan kartu akses. Mahesa mengekori di belakangnya dan masuk ke dalam apartemen yang cukup besar itu. “Semua barang- barang kamu sudah di pindahkan ke kamar.” Kata wanita itu lalu menghela Mahesa untuk duduk di ruang tamu. “Papa kamu minta kamu istirahat dulu sampai kamu berpikir rencana apa yang mau kamu lakukan setelah ini.” katanyanya lagi. Mahesa mengangguk lalu menatap sekeliling. Tembok dengan cat kuning gading tanpa cela, lalu furniture yang tampak modern. Ia ingat apartemen

