CHAPTER DUA PULUH EMPAT

2298 Kata

            Matahari masih tersenyum malu-malu saat sebuah corolla altis putih memasuki kawasan itu. Ia melajukan mobilnya di tepi rerumputan di mana di tengahnya, semua adik- adik kelasnya tengah senam dibalut kantuk luar biasa. Ia keluar dari mobil dan bersandar di badan mobilnya. Memerhatikan Ciara yang tengah berdiri di depan barisan dengan posisi membelakanginya.             Lara yang kebetulan berbaris paling depan dan berdiri tepat di depan Ciara, menjadi orang pertama yang melakukan kontak mata dengan laki- laki itu. Laki- laki tersenyum lalu mengisyaratkan Lara untuk memberitahu Ciara agar membalik badan dengan tangannya.             Tidak lama gadis itu berbalik dan terkejut melihat Mahesa melempar senyum lalu melambaikan tangan ke arahnya. Ngapain dia di sini? Pikirnya. Tapi t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN