Sebenarnya Lara tidak pernah merindukan rumah. Kalau bisa, gadis itu bahkan lebih memilih untuk tinggal di rumah sakit lebih lama lagi. Tapi tentu saja itu tidak akan terjadi karena biaya rumah sakit bisa semakin membengkak meskipun semua biaya perawatannya sudah ditanggung oleh ayahnya Bara. "Gue nginep di rumah lo aja ya, Mal." pinta Lara saat taksi sudah berhenti di depan rumahnya. Ia menatap ke bangku di samping supir dan melihat Kamal menghembuskan napas pelan. "Om Wijaya pasti khawatir, Ra, sama lo." jawab Kamal yang langsung mematahkan permintaan Lara. Ia selalu ingin Lara tetap berada di rumah meski hubungannya dengan saudara dan ayahnya tidak baik. Ia tidak ingin Lara terus menerus lari dari masalah. Ia ingin Lara tetap berada di rumahnya apap

