Semua anak kelas sepuluh- satu berkumpul di luar kelas. Sebagian anak laki- laki duduk menyandar di tembok sedangkan anak perempuan sibuk menggosip, ada pula yang melongok ke dalam kelas karena penasaran. "Lho, kenapa pada di luar?" Sisil heran melihat teman -temannya berhamburan di luar kelas sementara pintu kelasnya tertutup rapat. "Lo lihat saja sendiri ke dalam." kata Niar sambil menunjuk ke arah jendela. Sisil mendekat ke jendela dan terkejut melihat Bara dan Ayra ada di dalam. Duduk tenang dan asik bercengkrama, atau lebih tepatnya, Bara berusaha menjadi asik sedangkan raut wajah Ayra masih sama, penuh kecemasan. "Maksudnya?" tanyanya pada teman- temannya. "Gue datang, sudah ada mereka berdua di kelas. Dan gue nggak bole

