30

497 Kata

-Tak semua orang mengerti apa yang kita rasakan- sellaselly12 Pagi ini Sasi bangun lebih pagi, Ia memasak untuk dirinya dan juga Bundanya, ia tak mau Bundanya capek hanya untuk menyiapkan sarapan untuk dirinya saja. Sasi sudah lengkap memakai seragam miliknya dengan dasi yang melekat di lehernya dan sepatu kets hitam. "Loh, Sasi udah bangun?" Suara lembut mengagetkan kegiatan memasaknya. "Iya Bunda, Sasi masak buat Bunda, cuma nasi goreng sama telur dadar sih" ujar Chika memeluk Bundanya sayang. "Bunda sayang sama Sasi, syukurlah kalo Sasi udah bisa masak, nanti kalo Bunda gak ada Sas-" ujar Santi. "Sttttt,,,Bunda gak akan ninggalin Sasi begitupun sebaliknya" kata Sasi menahan air matanya, ia duduk di meja makan di ikuti Bundanya. "Oh iya Bun, Sasi pingin ikut ekskul silat di sekol

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN