“Aaaah….sialan.” maki Langit kesal. Ia menabrak pohon hasil dari belok sembarangan tadi. Untung saja Ia tidak di tabrak oleh truk yang tadi melintas. Langit meraba dahi yang menabrak setir mobil mobil dan merasa sedikit basah. “Anjiiir, bocor kepala gue.” Mobil yang Ia kendarai sudah penyot bagian depan nya, warga dating berhamburan membantu Langit keluar dari mobil nya. Kecelakaan yang konyol menurutnya. Mau tak mau, Langit diboyong ke klinik terdekat dari tempat kejadian, dahi nya sobek parah tapi tidak harus di jahit. Ia mengambil ponselnya di saku lalu menghubungi Zalna, mengatakan bahwa Ia telah kecelakaan kecil di jalan dan Zalna harus pulang sendiri, tanpa jemputan. Kepala Langit semakin nyut-nyutan setelah mengeluar

