"Perhatian, bagi para penumpang pesawat **** Indonesia dengan nomor penerbangan **** tujuan **** dipersilahkan naik ke pesawat udara melalui pintu A09." Joshua dan Jesica masuk kedalam pesawat, paling depan, pesawat ekslusif. Jesica duduk di samping jendela. seorang pria menaikkan barang-barang mereka keatas. Joshua duduk disamping Jesica, membuka jasnya. dia melirik gadis di sampingnya. Kaki dan tangan Jesica bergetar, bahkan tanganya berkeringat karena saking tegangnya. wajahnya menjadi pucat seperti mayat, Joshua terkekeh kecil. "kenapa ketawa?"Tanya Jesica melirik Joshua sekilas, lalu menatap kedepan lagi. "kau takut?" "tidak,"Jawab Jesica lugas. "oh kau pasti tidak pernah naik pesawat sebelumnya kan? hmmm, bagaimana kalau aku ceritakan kisah pesawat yang di telan awan?" "biar

