Jam besar di dinding sudah menunjukkan tepat pukul dua belas malam. suasana rumah sudah sangat sepi. Hanya ada Jesica yang masih terus sibuk berkutat dengan buku-bukunya yang menggunung diatas meja. sudah beberapa kali dia menguap dan mengucek matanya, rasa kantuk terus menderanya daritadi, dan kepalanya hampir meledak. Jantungnya terlonjak kaget saat sebuah bantal melayang kearahnya dan jatuh mengenai kepalanya. Ternyata pelakunya tidak lain adalah Joshua. Joshua menempelkan kepalanya di paha mulus Jesica yang hanya menggunakan celana pendek. "sudah malam, kenapa kau belum tidur?" "mas kalau ingin tidur, tidur saja duluan, aku akan menyusul,"Jawab Jesica terdengar acuh, tatapanya tidak lepas dari buku di depanya. "tidur tanpamu? mana mungkin aku bisa melakukanya."Tidak ada gubrisan d

