Joshua menarik tangan Jesica kedalam ruang gantinya. "Arum!!"teriak Joshua kencang. Tidak lama kemudian Arum datang dengan tergesa-gesa, ditanya sudah ada beberapa kastok gaun dengan warna yang sangat cantik. "ya tuan." Joshua medorong tubuh Jesica kedepan. "buat dia menjadi secantik mungkin, aku tidak mau tau penampilanya harus berubah." "baik tuan, ayo,"Arum menarik tangan Jesica untuk masuk ke ruang ganti. Joshua duduk di sofa single berwarna cokelat yang ada di ruang gantinya. dia menopang kaki kananya diatas kaki kiri, lalu mengeluarkan benda pipih dari dalam sakunya. dia mendengus kesal. Tadi sore, Natalie menelfonya dan meminta dia dan Joshua menemuinya di cafe milik kedua orang tuanya, salah satu dari banyak kafe yang dimilik papah Joshua, kafe itu akan menjadi miliknya jik

