"Harus berapa kali aku mengatakannya, darl? Mitha hanya lah masa laluku. Dan masa depanku adalah kamu. Tolong pahami itu," sahut Zyan penuh keyakinan. Freya tersenyum manis, posisinya yang sedang di gendong ala koala itu, sangat memudahkannya untuk mencapai wajah Zyan. Menciumi dahi dan kedua pipi Zyan secara bergantian, lalu menyandarkan dagu di pundak suaminya. Tidak perlu menjawab pun, Zyan sudah tahu jika istrinya merasa sangat puas dan lega mendapat jawaban darinya seperti itu. Dan itu semua, jujur Zyan ucapkan dari hati terdalamnya. 'Aku sungguh mencintaimu, Freya. Aku belum bisa bayangkan, reaksi kamu saat mengetahuinya nanti. Apakah kamu tetap akan mencintai dan menerimaku seperti ini? Aku berharap semua itu kebohongan, sampai akhirnya kita berdua bisa menjalani kehidupan tanp

