"Katakan, brengseek!" Jericho kembali berteriak tertahan. Sangking kesalnya dia, Jericho mendorong tubuh Zyan hingga tersungkur ke lantai. Sama sekali Zyan tidak melawan, dia menerima semua caci makian yang di lemparkan untuknya. Sementara Renata hanya bisa menangis tanpa melerai kedua anak laki laki yang selama ini dia banggakan. Satu sisi dia tak ingin ada yang terluka, sisi lainnya dia tidak bisa pungkiri jika ini merupakan bentuk kekecewaan dari seorang adik untuk kakak tercintanya. "Jer, cukup! Jangan sakiti Zyan lagi." Suara perempuan yang sangat di benci oleh kedua kakak beradik itu, terdengar di telinga masing masing. "Ini salah aku karena enggak terus terang sama kalian dari dulu." Berjalan mendekati Zyan. "Cih... Dasar murahan," umpat Jericho menatap sinis Mitha. Mitha tak m

