"Awh... Awh..." Freya meringis perih. Tubuhnya menggeliat, menahan rasa perih itu. Sejak lima menit yang lalu, Freya tak bisa mengendalikan dirinya, dadanya bahkan berdesir. Maju mundur rasanya sama saja, dia tetap merasa perih. "Aduh, perih..." rengeknya lagi. Meski pun merasa perih, Freya tetap melakukan kegiatannya. Dia tidak ingin menyiakan kesempatan emas itu. Jika tidak dari sekarang, kapan lagi? Lebih baik perih sedikit, tapi nikmatnya akan terasa lebih lama. "Ya Tuhan, perih sekali. Awh..." Sekarang tubuhnya semakin mundur. "Nyonya muda, biar saya saja yang menggorengnya." Bik Minah merasa tak tega melihat tangan Freya yang sejak tadi di percik oleh minyak panas. (Cie... Pasti mikirnya sudah kemana mana kan? Sabar dong, masa hareudang melulu. Hehehe...) Freya menggelengk

