*** Icha dan Victory jalan dengan jarak saling berjauhan, Icha masih marah pada Vic namun gadis itu juga ingin ke mall. Ia tidak ingin ditinggal sendirian Villa. Vic melirik ke arah Icha namun gadis itu selalu membuang muka. “Cha…” panggil Vic. “Marah ya?” Vic mencoba membuka percakapan. “Cha!” kali ini Vic agak berteriak. “Hmmm? Apa?” jawab Icha ketus. “Vic bergegas mendekat ke arah Icha… pacar… maafin aku ya? Mau kan?” bujuk Vic. “Nggak!” “Ih pacarku ngejawab enggak, berarti sekarang aku dianggap pacar dong… yes!” wajah Victory berubah sumringah. “Apaan sih… heh malu tau nggak sih jadi cowok kok manja banget… ah! Udah aaaah… jangan deket-deket…” Icha menjauhi Vic namun mereka tetap di jalur yang sama. “Oke… aku gak bakal ngeledekin kamu lagi.” “Halah… mulut buaya, merdu banget

