Berita Panas!!! Skandal Mahasiswa Kampus E .
Dua orang mahasiswa Kampus E melakukan perbuatan yang tabu. Mahasiswa berinisial A.D dan Mahasiswi berinisial A.Y yang notabene masih ada hubungan keluarga telah melakukan perbuatan tidak terpuji, hal ini diketahui oleh salah satu teman kampus dan menyebar dengan cepat melalui barang bukti berupa video...
Berita itu menghiasi hampir semua beranda peramban digital pada pagi hari ini, bukan hanya itu artikel tersebut juga kembali di posting pada akun-akun yang telah disponsori dan juga menggunakan foto Icha dan juga Daniel yang telah diburamkan.
Sementara itu kekacauan terjadi dimana-mana, di kampus semua mahasiswa sudah membentuk team demo yang menyuarakan penolakan terhadap mahasiswa yang melakukan perbuatan yang tabu dengan menyukai saudara sendiri. Pada mahasiswa Elite University merasa tercoreng nama almamaternya. Mereka menganggap mahasiswa yang melakukan perbuatan tabu itu adalah pembawa sial dah harus segera dikeluarkan dari kampus.
Bukan hanya semua mahasiswa, Icha, dan juga Daniel yang dapat terdampak oleh kasus ini. Saat ini Pram dan Dinandra juga sangat kebingungan dengan apa yang sedang terjadi.
"Pa, kita enggak boleh diam saja. Kita harus menyewa lawyer untuk mengurus kasus ini, orang yang menyebarkan berita dan artikel ini pasti bukan sembarang orang..." kesal Dinandra.
Bik Yati menyeduhkan teh untuk Dinandra, Pram dan juga Icha.
Tidak apa-apa. Pada akhirnya kita harus tetap menjadi dewasa dan memghadapi banyak permasalahkan.
-
Selena dan Randy juga kebingungan disana, sama halnya dengan apa yang dibincangkan oleh Pram dan Dinandra di kediaman mereka. Tuan Randy Kim pun sudah menyewa lawyer yang super mahal di indonesia.
"Pa... apa jangan-jangan ini ulah dari rival bisnis kita? Bukan hanya kita yang di serang tapi Pram juga..." kata Selena, ia gelisah dengan masalah ini.
Randy memijit kepalanya. "Ini kasus pertama setelah 2 tahun terakhir, issue ini pasti sudah menyebar sampai ke lapisan-lapisan mahasiswa dan juga dosen."
Selena menghela napas. "Yang bisa kita lakukan hanyalah memberikan klarifikasi secara lengkap, namun di saat seperti ini... semua warga kampus dan juga netizen pasti tidak akan mau mendengar..." Randy menimbang-nimbang.
Mereka berdua mendapat kiriman video keadaan kampus saat ini dimana para mahasiswa sedang demo di depan gerbang kampus.
-
Icha dan Daniel duduk di meja makan, mereka berdua bukannya ikut makan tapi di interogasi oleh ayah dan ibu mereka terkait skandal yang beredar.
"Jadi bagaimana hal ini bisa sampai menjadi sebuah artikel? Apa kalian berdua pernah pacaran? Atau... kalian berdua saat ini sedang menjalin hubungan?" tanya Pram.
Icha membelalak. "Ya enggak lah Pa... mana mungkin juga ya kan..."
Icha menendang-nendang kecil kaki Daniel, memberi kode agar Daniel ikut menjelaskan kepada ayah dan ibu mereka. Namun pria muda itu malah diam seperti patung.
Apa yang harus Daniel jelaskan? Ia memang punya perasaan pada Icha saat ini, tapi melihat cara Icha membantah semuanya… Daniel jadi mengerti, bahwa apa yang Icha katakan padanya itu benar. Icha sudah tidak ada perasaan lagi pada Daniel, seperti yang tertulis di buku harian itu. Ada rasa sedikit kecewa karena nyatanya Icha sudah bukan Icha yang menyukainya, bukan Icha yang beberapa minggu lalu mengajaknya ketemu. Icha sudah berubah secepat itu, bahkan Daniel tak akan menyangka sama sekali.
Pantas saja… ketika Daniel mengajak Icha untuk memberitahukan kepada Pram dan Dinandra tentang mereka yang saling menyukai, Icha malah menolak. Ternyata gadis itu sudah benar-benar berubah seperti apa yang ia utarakan pada Daniel.
Tuhan dengan mudahnya dapat membolak-balikkan hati manusia, jika memang ditakdirkan maka apa pun penghalang pasti tidak akan dapat merubah ketetapan-Nya. Suatu hal yang akhirnya Daniel pahami dari apa yang sudah terjadi.
Ponsel Icha berdenting, gadis itu segera mengecek ponselnya dan mendapati pesan dari Vic.
Dari : Victory
Ayo jalan, kita butuh healing
Ke : Victory
Selama kamu yang bayarin, aku ok hehe
Dari : Victory
Dasar materialistis
Ke : Victory
Ga mampu? Sana menjauh…
Dari : Victory
11.00
On time
Icha tersenyum-senyum ketika membalas pesan itu, menimbulkan tanda tanya dalam benar Pram, Dinandra, dan juga Daniel.
“Ada yang diajak kencan nih…” ledek Daniel ketika berhasil mengintip ponsel Icha.
Ada rasa cemburu di hati Daniel, ia berpikir bahwa Victory lah yang membuat Icha berubah secepat itu, begitu besar pengaruh Victory pada Icha. Sampai detik ini pun Daniel tidak tau kenapa Icha bisa terlibat dengan pria bernama Victory itu setiap harinya. Hal itu cukup membuat Daniel sangat penasaran.
Icha menjauhkan ponselnya. “Cuma temen…” jawab Icha cengengesan.
“Siapa sih? Mama sama papa jadi penasaran nih, ya nggak mah?” Goda Dinandra kemudian melempar kode kepada Pram dengan sebuah kedipan mata.
“Bukaaaaan siapa-siapa hehehe…” Icha memasukkan roti ke dalam mulut setelahnya, moodnya jadi bagus.
Dinandra masih pusing dengan pemberitaan skandal itu. “Terus soal berita skandal itu… itu gimana Pram? Pusing deh aku mikirinnya…”
“Ah.. gini aja, aku bakal pakai jasa hacker untuk menemukan orang yang sudah membuat berita itu, gimana?” Pram bertanya pendapat ketiganya.
“Hacker dimana, Pa? Indonesia gak punya hacker kayak di film-film, kalo pun ada dimana kita bisa dapetinnya? Aku tuh bingung banget juga… bisa-bisanya deh ada berita ngaco kayak gitu…” Icha mengacak rambutnya kasar, rambutnya terasa mau keriting memikirkan permasalahan ini.
“Mau bagaimana lagi… kita harus membuat klarifikasi yang tidak bisa dibantah oleh siapa pun…” kata Pram lalu mengangguk dengan mantap.
Dinandra penasaran melihat ekspresi suaminya itu. “Maksudnya gimana pa?”
“Biar aku telepon Randy dulu…”
Setelahnya Daniel, Icha, dan Dinandra tampak serius memperhatikan Pram yang mengobrol dengan Randy, ayahnya Vic. Sesekali Pram mengangguk ketika sedang mengobrol saking seriusnya pembicaraan penting itu.
-
Icha melihat jam di ponselnya yang sudah menunjukkan pukul sepuluh, gadis itu pun meminta izin kepada Dinandra untuk undur diri dari meja makan.
“Ma.. Icha mau ke atas, mau siap-siap dulu… tadi diajak temen jalan-jalan…”
Dinandra mengangguk. “Okay, sweety heart…”
Daniel hanya dapat melihat siluet Icha yang menghilang menghilang perlahan ketika menapaki anak tangga.
Tak lama setelah kepergian Icha, Pram kembali ke meja makan. Pria yang tak lagi muda itu menghela napas panjang lalu tersenyum menatap Dinandra dan juga Daniel.
“Gimana sayang?” tanya Dinandra pada Pram.
“Randy mengusulkan untuk menjodohkan Icha dengan Vic… maksud aku, mereka berdua akan kita nikahkan,” jelas Pram.
“Hah?” Daniel tersentak dari duduknya.
“Harus sejauh itu ya… Mas,” Dinandra merasa itu terlalu cepat.
“Semua ini dilakukan untuk meredam opini semua orang… jika mereka tau bahwa Icha sudah akan menikah, netizen pasti enggak akan percaya lagi dengan tulisan yang ada di artikel itu bukan? Kita akan gelar pesta pertunangan yang mewah terlebih dahulu…” Pram menjelaskan rencananya bersama Randy.
“Aku sih setuju-setuju aja, Mas… demi kebaikan kita bersama, kebaikan Icha dan Daniel… kebaikan Elite University,” ucap Dinandra.
“Gimana Niel, menurut kamu?” tanya Pram pada Daniel yang sedang dilanda speechless.
“I—itu harusnya jadi solusi yang bagus sih,… Om,” jawab Daniel, dirinya sampai tergagap.
“Oke, kalo gitu sebentar lagi Mama sama Papa berangkat ke rumahnya Randy… kita harus membicarakan hal ini lebih lanjut.” ujar Pram.
Daniel menggigit bibirnya canggung, “Biar Daniel anterin Om… pas hari ini lagi free…”
“Oke… kalo gitu ayo kita bersiap-siap,” kata Pram menyetujui.
-
Ting Tong!
Bik Yati bergegas membukakan pintu depan rumah mereka.
“Cari siapa ya?” tanya Bik Yati.
Pria muda itu tersenyum, “Assalamualaikum Bik, Ichanya ada? Saya Vic… temennya. Mau jemput Icha…”
“Ooooh… ini toh Den Vic yang suka Non Icha ceritain… masuk dulu Den, duduk.. nanti Bibik panggilkan Non Icha…” segera setelahnya Bik Yati pun pergi memanggil Icha.
“Ya ampun… Icha suka ngomongin aku juga di rumah… ckckck semoga aja dia ga ngomongin yang jelek-jelek tentang aku,” gumam Vic.