Dia yang selalu memakai sepatu kets dan celana jeans dan rambut yang selalu dikuncir layaknya buntut kuda dan aku selalu menyukainya. Tapi rasanya tak mungkin gadis itu menyukaiku. Sejauh mataku memandang, banyak pria tampan yang selalu menghampiri gadis itu. Dan aku, hanya dapat memandangnya dari sudut keramaian. Hal terindah yang tak akan aku lupakan dalam hidupku adalah berkenalan dengannya secara tidak sengaja. Saat dimana makananku dan makanan pesanannya tertukar. Kembali aku larut dalam kenangan itu. Lagi dan lagi aku terpesona akan kehadirannya. Tak bisa sedetik pun aku tak memperhatikan gerak geriknya. Dia memang tak begitu cantik. Tapi untuk gadis seusianya dia amat manis bagaikan anak kecil. Tingkah lakunnya yang selalu membuatku tersenyum bahkan tertawa. Dia begitu polos dan s

