Di tepi pantai yang tenang. Dengan ombak berdeburan secara perlahan. Zian duduk sendiri disana menatap mentari yang perlahan mulai tenggelam meninggalkan cahaya jingga yang begitu indah. tanpa Zian sadari ada setetes air mata yang membasahi pipinya dan dengan segera dihapusnya. “Hai Alina, dimanapun kamu berada. Aku yakin kamu akan tetap tersenyum disana. Indah, seindah cahaya senja di sore ini.” Zian mengambil gelang matahari dari pergelangan tangannya. Dilhatnya gelang tersebut dan didekatkan ke bayangan matahari yang mulai tenggelam. Bayangan yang sangat pas sekali, ketika dirinya mendekatkan bandul gelang matahari tersebut ke bayangan matahari yang mulai tenggelam. Bayangan Alina pun kembali memenuhi ruang ingatannya. “Aku tahu, kamu pasti akan berkata kepadaku untuk tidak

