EMPAT PULUH TIGA

2110 Kata

Malam yang dikatakan Aeera telah tiba. Lucia yang mendapatkan undangan, namun Jeros yang merasa gelisah. Siluman kura-kura itu tiada henti berjalan di depan Lucia yang tengah duduk bersila di atas tempat tidurnya. Melakukan semedi guna mengontrol kekuatannya yang tidak stabil semenjak satu ekornya menghilang.  Jeros berdecak, merasa frustasi mendapati sikap Lucia begitu tenang seolah undangan tersirat dari Aeera tak berpengaruh sedikit pun untuknya.  Tak kuasa lagi menahan kegelisahannya, Jeros berdeham. Berharap berhasil menarik atensi Lucia, nyatanya tidak ... sang majikan tetap bersemedi dengan tenang.  “Tuan Lucia ...”  Akhirnya Jeros memutuskan untuk berani mengajak bicara, tak peduli meski nantinya dia akan dimarahi.  “Maaf, Tuan. Saya mengganggu. Hanya ingin mengingatkan, waktu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN