“Masuk!” Teriak Lucia begitu mendengar pintu ruangan kerja raja Reiga yang sedang dia tempati, diketuk seseorang dari luar. Sosok Jeros muncul dari balik pintu. “Tuan, sekretaris kerajaan ada di sini.” “Suruh dia masuk.” “Baik, Tuan,” sahut Jeros patuh sembari undur diri guna melaksanakan perintah majikannya. Beberapa detik kemudian, sosok pria paruh baya yang tidak lain merupakan sekretaris kerajaan masuk ke dalam ruangan. Pria itu berlutut, memberikan penghormatannya pada sang raja. “Aku memanggilmu untuk menghadapku karena ada sesuatu yang harus kau kerjakan.” “Silakan perintahkan apa pun pada saya, Yang Mulia. Saya siap mematuhi perintah Anda.” Lucia mendengus mendengar ucapan sekretaris kerajaan yang terdengar begitu tulus. Meski dirinya tak terlalu mempercayai pria tersebu

