Lucia dan Aeera tengah duduk berdampingan di taman sekolah sambil mulut yang sibuk mengunyah makanan masing-masing. Inilah alasan Aeera selalu sibuk setiap pagi di dapur, tidak lain karena dirinya menyiapkan bekal makan siang untuk mereka berdua. Setiap hari mereka memang selalu menghabiskan waktu istirahat makan siang bersama di sana sambil memandang pemandangan yang cukup indah. “Bagaimana rasanya?” Tanya Aeera, karena Lucia tidak mengatakan sepatah kata pun begitu memakan makanan yang dimasak sendiri oleh Aeera itu. “Biasa saja,” jawab Lucia. “Biasa saja? Maksudnya tidak enak ya rasanya?” Aeera menekuk wajahnya dengan lesu. “Maksudnya masakanmu memang seperti ini rasanya. Tidak ada yang berubah.” “Menurutmu enak tidak rasanya?” “Jika aku tidak berkomentar artinya masakanmu tidak

