EMPAT PULUH SATU

3071 Kata

Kicau burung-burung beterbangan di atas langit terdengar bersahutan. Semilir angin menggoyangkan dedaunan dan kelopak bunga yang bermekaran begitu menyejukan dan memanjakan mata. Sinar mentari yang menghantarkan kehangatan untuk seluruh penduduk bumi. Di hari yang cerah ini, seharusnya semua orang memasang wajah ceria. Sayangnya tidak demikian dengan Aeera.  Naina mendesah lelah, melihat raut wajah majikannya yang akhir-akhir ini ceria, kini kembali muram seperti dulu. Tak ada senyuman, tak ada semangat hidup. Yang terlihat hanyalah luka dan kepedihan. Naina tentu tahu penyebabnya, tidak lain dan tidak bukan karena kekecewaan Aeera pada suaminya. Raja Reiga yang dianggap sudah berubah, ternyata penilaiannya tentang pria itu salah besar. Dia masihlah p****************g yang suka bermain-ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN