Seperti yang diminta Lucia saat jam istirahat siang, sepulang sekolah, Aeera benar-benar datang ke tempat yang disebutkan pemuda itu di secarik kertas. Aeera menghela napas panjang saat tatapannya tertuju ke arah depan, pada hamparan danau luas dengan airnya yang jernih. Banyak angsa-angsa putih yang tengah berenang di sana secara berkelompok. Tanpa sadar Aeera mengulas senyum tipis melihat hewan-hewan cantik itu. Namun teringat akan tujuannya datang ke tempat ini, Aeera kini menggulirkan mata untuk mencari seseorang yang tak terlihat batang hidungnya. “Mana Lucia? Padahal dia yang mengajakku ke sini,” gumamnya pelan sembari menggelengkan kepala. Kesal tentu saja karena sosok Lucia tak dilihatnya dimana pun. Aeera pun berjongkok, mengambil sebuah batu lalu melemparnya sembarang ke ara

