Obat Luka

1174 Kata

Alisa menatap lurus sang suami yang sedari tadi terdiam dengan wajah keruhnya. Pemuda jangkung itu sama sekali belum membuka mulutnya sepulangnya dari rumah sakit. Dengan kembali mengepalkan tangannya erat membuat Alisa melirik kecil kearah dua tangan sang suami. Ada titik-titik darah yang muncul di setiap ruas jarinya membuat Alisa menghela gusar sembari menarik kembali bulir hangat pada pelupuk matanya. Alisa mendekat. Mendudukan diri pada ambal tempat tidur sembari mendongak pada Azzam yang kini menatapanya datar. "Mas, gak mau sholat malam? Buat nenangin diri." Ujar Alisa lembut berusaha menenangkan dengan jemarinya mengusap kepalan tangan Azzam. Mendengar itu sontak kepalan tangan Azzam mulai melonggar dengan sendirinya. Azzam merunduk dalam dengan menutup wajahnya dengan telapak t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN