Dafa dan Laura sudah berada di dalam mobil. Laura masih menangis mengingat kejadian tadi. Dafa melihat itu sungguh tidak tega. "Udah ya, kamu gak usah dengerin kata mereka," ujar Dafa menenangkan Laura. "Apa salah aku sama mereka, kenapa mereka malah perlakukan aku kayak gini," ujar Laura. "Kamu tenang aja, aku akan cari tau kenapa mereka melakukan itu semua. Sekarang kamu gak usah nangis lagi, kita pulang sekarang," ujar Dafa. Laura pun mengangguk kan kepalanya. Selama perjalanan pulang, Laura hanya melamun. Dia menatap ke arah luar jendela sambil sesekali mengusap air matanya. Dafa menggenggam stir mobilnya dengan keras. Dia akan memberi pelajaran kepada orang yang sudah menyebar fitnah tersebut. Tak lama kemudian, mereka pun sampai di rumah. Namun seperti nya Laura belum menyadar

