Selamat membaca! Di sebuah rumah, tampak Sean baru saja tiba dengan wajah kesalnya. Bagaimana tidak, rencananya untuk menangkap Carter harus berakhir dengan kegagalan. Lagi dan lagi, pria paruh baya itu berhasil meloloskan diri. "Carter sungguh pintar. Dia selalu selangkah di depanku, tapi aku pasti akan menemukanmu!" Sean mulai duduk di sofa ruang tamu. Tangannya langsung meraih sebotol wiski dan mulai menuangkannya ke sebuah gelas kecil. Namun, di saat pria itu baru saja menenggaknya, sebuah pukulan keras tepat mengenai tengkuk lehernya dan membuat pria itu langsung tak sadarkan diri. 1 jam setelah itu. Sean mulai membuka kedua matanya. Pandangannya masih berbayang dengan rasa pening yang berdenyut di kepalanya. "Di mana ini?" tanya Sean yang mulai melihat jelas bahwa saat ini, ia s

