Selamat membaca! Setelah dipindahkan ke ruang rawat kini Carter sudah bisa menemui Nick dan tanpa menunggu lebih lama lagi, pria paruh baya itu pun langsung masuk ke dalam ruangan. Saat ini ia memang sudah tidak sabar untuk menanyakan kepada Nick, kenapa putranya itu bisa mengalami kecelakaan dan yang masih mengganjal dalam pikirannya adalah tentang titik GPS rumah itu yang ternyata tidak berpenghuni. Pandangan Carter kini langsung tertuju pada putranya yang sedang terbaring lemah di ranjang pesakitan. Sedih dan penuh amarah, adalah dua hal yang terus berkecamuk dalam diri Carter saat melihat Nick dengan kondisinya saat ini. Ia sedih karena putra semata wayangnya harus mengalami hal seperti ini lagi. Selain itu, ia juga begitu geram terhadap pelaku yang menyebabkan putranya menjadi seper

