Edward sudah tidak sabar menunggu kedatangan Emerald yang sudah didandani secara sempurna oleh para terapis kecantikan yang ia sewa. Dia tidak bisa membayangkan betapa cantik gadisnya yang akan ia nikahi. Ternyata sangat menyenangkan menunggu seorang gadis yang ia cintai hadir di depannya. Dia bisa merasakan jantungnya berdetak dengan kencang, berlomba untuk memukul dadanya sekencang - kencangnya. Ada rasa manis dan pahit yang bercampur di sana, sebuah rasa yang dari dulu ia abaikan. Dan kini ia nikmati dengan sepuasnya karena tahu benar apa bagaimana perasaannya. "Tuan, apa anda mau kami menuangkan segelas anggur untukmu?" tawar manager restoran yang disampingnya berdiri pelayan berseragam rapi dan membawa sampanye di sisinya. "Tidak, tinggalkan aku sampai gadisku datang," ucap Edward.

