Emerald merasakan dirinya menggelikan karena akan menjalani pernikahan yang kedua kalinya bersama dengan Edward. Ia pernah memimpikan pernikahan yang seperti ini, sebuah pernikahan dimana Edward sedang menunggunya dengan penuh harapan di atas altar, sementara dirinya merias diri untuk tampil secantik mungkin di depan pria yang ia cintai sejak lama. Seharusnya hari ini menjadi hari yang paling membahagiakan baginya karena semua impian indah dari ia remaja sudah terwujud. Seharusnya ia menangis bahagia hari ini seperti pernikahannya yang pertama. Jika saja tidak ada dua kali pengkhianatan yang menjadi noda dalam kehidupan mereka maka Emerald tidak akan melow sendiri seperti ini. Emeral bahkan takut mempercayai kebahagiaan yang sudah ada di depan matanya. Tidak mungkin ada yang menyalakanny

