SELAMAT MEMBACA *************** Sore harinya Rinjani sudah siap dengan pakaiannya yang sudah rapi. Dia akan pergi memenuhi undangan yang katanya arisan ibu-ibu di rumah pak lurah. Menurutnya tidak ada salahnya bukan jika mencoba akrab dengan penduduk desa itu. Setelah mengunci pintu dan meletakkan kuncinya di pot bunga di depan rumah, Rinjani langsung pergi ke rumah Pak Lurah yang ada di ujung jalan. Tidak terlalu jauh, dia memilih untuk berjalan kaki sambil menikmati udara sore, sesekali dia membalas sapaan dari penduduk yang bertemu dengannya. Saat sampai di depan rumah pak lurah, Rinjani bisa melihat banyak motor telah terparkir di halaman sepertinya dia sudah sangat terlambat. “Assalamu’alaikum …” salam Rinjani saat sampai di depan pintu. “Waalaikumsalam…” serempak ibu-ibu yan

