SELAMAT MEMBACA *** Setelah sarapan Utari membantu Mbok Kem untuk mencuci piring. Dari luar Utari dapat mendengar gelak tawa Abi dan Naina yang begitu keras. Entah apa yang mereka bahas dan mereka bicarakan. Tawa Abi dan Naina, justru membuat sudut hati Utari merasa kesal. Entah kenapa dia merasa tidak suka. Ingin ikut bergabung berbincang bersama mereka, tapi Utari merasa rendah diri dan terlalu sadar siapa dirinya dan apa perannya di sana. Tapi ketika dia berada di dapur mereka berbincang di luar, Utari merasa kesal. "Sana keluar biar Simbok yang selesaikan." Mbok Kem sejak tadi memperhatikan Utari yang terus saja menoleh ke arah luar. "Ngapain Tari keluar Mbok, nanti malah ganggu Om Abi lagi sama istrinya," jawab Utari dengan ketusnya. "Sudah jangan cemburu, sana keluar biar leg

