SELAMAT MEMBACA *************** Lastri datang membawakan segelas kopi untuk putranya, Rama. Sejak tadi dia melihat laptop di hadapan Rama menyala namun justru Rama yang malamun. Entah apa yang tengah dia fikirkan, namun sesekali senyum tipis terbit dari bibirnya. Lastri ikut tersenyum, entah kenapa wajah berseri-seri milik Rama menular kan kebahagian. "Ibuk semelang Le, wedi kowe gendeng ra konangan. Kat mau kok ngguya-ngguyu dewe," (Ibu khawatir Nak, takut kamu setres tidak ketahuan. Dari tadi kok senyum-senyum sendiri) Lastri meletakkan cangkir kopi di depan Rama. Kemudian ikut duduk di depan putranya itu. Mendengar ucapan ibunya, Rama merasa malu. Kepergok tengah bertingkah bodoh. Tidak sadar jika sejak tadi ibunya memperhatikannya. "Iseh waras Buk, urung ngasi gendeng." (Masih

