Bercerai?

1117 Kata

“Aku titip Janu, Ma.” “Haha. Tentu saja bisa. Janu kan kadang tidurnya juga sama Mama.” Tentu Widya tidak keberatan, dia senang Janu bermalam dengannya. Bersama Janu, dia merasa bisa mengenang masa-masa kecil Anung yang menyenangkan. Anung bahagia melihat Ajeng yang semakin memesona. Bagaimana tidak, sejak berhubungan intim dengan Hanna beberapa hari lalu, dia mengakui bahwa Ajeng adalah yang terbaik, dan dia pun tidak mau lagi dihubungi Hanna. Jika Hanna nekad ke kantornya pun, dia hanya bercakap-cakap sebentar dan tidak sampai berhubungan badan. *** Melihat suaminya yang sangat b*******h malam ini di kamar hotel terbarunya, Ajeng pun melayaninya dengan hasrat yang menggebu. Bak malam pertama, Anung menguasai tubuh indahnya dan menyatakan kerinduannya yang mendalam. Dia kerahkan kel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN