Gelisah Janu

1024 Kata

Ajeng semakin b*******h, kepalanya mendongak. Satu tangannya memegang ponsel yang tetap mengarah kepadanya, satunya lagi asyik memilin dan memutar-mutar ujung kedua buah dadanya secara bergantian. Sementara Lintang diam-diam menyelipkan tangannya dan meremas miliknya yang sudah menegang, aksi Ajeng yang dia saksikan serta suara desah Ajeng membangkitkan gairahnya. “Aduh, Mas,” keluh Ajeng yang mulai merasakan kenikmatan, yang berawal dari sela-sela pahanya, bokongnya terasa sedikit gemetar dan cairan terasa mengalir dari miliknya yang tak henti-henti hingga terasa becek di sekitarnya. Tidak tahan, Ajeng memindahkan tangannya dari dadanya, ke perut, lalu menyelinap ke balik celana dalamnya. Ajeng mendesah sambil memanggil nama Lintang berkali-kali ketika salah satu jarinya menyentuh dan m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN