Dia Datang

1034 Kata

Anung dan Ajeng akhirnya mencapai kepuasan bersama saat berhubungan intim di dalam kamar mandi. Berulang kali Anung memuji Ajeng yang miliknya selalu menyempit dan mencengkram tongkatnya, hingga membuatnya tak mampu melakukan apa-apa selain mendesah menyebut nama Ajeng. “Hm, cukup ya, Sayang. Ingat adik Janu di dalam.” Ajeng mengangguk pelan. Entah kenapa birahinya bergejolak di kehamilannya yang kedua yang baru saja berusia tiga minggu. Kehamilannya kali ini dirahasiakan mengingat masih terlalu dini untuk diungkapkan. Anung dengan penuh kasih sayang mengangkat tubuh istrinya yang dibalut handuk dan membawanya ke dalam kamar. Anung selalu memanjakan Ajeng, terutama saat sedang mengandung. “Kamu nggak perlu ikut sibuk di persiapan pernikahan Gita nanti. Kita sudah menyerahkan semua k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN