Gairah Cinta

1020 Kata

Lintang menghempaskan tubuh Ajeng ke atas tempat tidur, tatapan sayunya tak lepas dari wajah calon istrinya itu. “Mas. Belanjaanku,” ujar Ajeng yang masih mengkhawatirkan belanjaannya yang masih berantakan di atas meja dapur. “Jangan dipikirkan, nanti aku bantu bereskan," balas Lintang. “Ada yang belum aku masukkan ke dalam freezer.” “Di sini dingin, nggak akan cepat mencair seperti di Jakarta, Sayang.” Lintang yang sudah sesak, menindih tubuh Ajeng, memeluknya erat, mendekatkan wajahnya ke wajah Ajeng, dan melumat penuh bibir Ajeng dengan semangat. Ajeng tak kuasa menolak lagi, sentuhan Lintang luar biasa dahsyat, sehingga dia lupa akan segala hal. Ajeng menyentuh punggung Lintang, menyelipkan kedua tangannya ke balik baju kausnya, dan mengusap punggungnya pelan. Bibirnya masih di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN