Lintang memeluk Arni dan Nenek Sari bergantian saat pamit pulang. Sebenarnya dia sangat berat meninggalkan rumah Nenek Sari yang membuatnya betah. Suasana kampung halaman keluarga Ajeng sangat asri dan masih lengang, belum lagi keramahan dan kehangatan penduduk sekitar. “Ke sini lagi, Le. Ajak ibumu.” Nenek Sari menepuk lengan Lintang. Selama Lintang menginap di rumahnya, dia terus memuji tubuh tinggi Lintang dan wajahnya yang sangat enak dipandang. Nenek mengaku baru kali ini dia melihat sosok manusia yang sangat tinggi, dan hampir saja dia menyamakan tubuh Lintang seperti hantu yang ditakuti anak-anak kampung. “Iya, Nek. Mama memang berencana ke sini, jika sudah baikan,” balas Lintang. “Salam dari Tante buat mamamu ya, Lintang?” sela Arni. Meskipun memendam kesal, tapi di saat mengi

