Sesampai di lobi apartemen, Ajeng dan Lintang langsung berjalan menuju ke TPA untuk menjemput Janu. Kejadian yang menimpa dirinya barusan langsung hilang dari ingatan Ajeng ketika melihat wajah ceria Janu, terutama saat Janu menyadari kehadiran Lintang di samping mamanya. “Papa!” teriak Janu, dia meminta Lintang agar segera menggendongnya. “Wah. Sudah mandi, hm … wangi banget anak Papa,” puji Lintang seraya mendaratkan ciuman-ciuman ke pipi gembul Janu. “Papa belum mandi kan? Kok cium Janu?” ledek Janu diiringi tawa renyahnya. Lintang tertawa malu, menyadari dirinya yang belum mandi, tapi sudah mencium Janu yang sudah bersih dan rapi. Tampak para pegawai TPA tersenyum senang melihat kedekatan Janu dan calon Papa barunya. Mereka sudah mengetahui bahwa Ayah kandung Janu telah meningga

