“Kamu persis papamu, Lintang. Masa mudanya dia habiskan dengan bekerja dan nggak berhubungan dengan banyak perempuan. Ada dua mantan kekasihnya yang Mama kenal, dan sekarang mereka masih hidup, mereka pernah bilang ke Mama yang sangat beruntung dipilih Ruben.” Lintang tersenyum bahagia mendengar pujian mamanya. Selama ini mamanya jarang memujinya, dan lebih sering memuji kakaknya, terkadang membanding-bandingkan dirinya yang tidak sehebat kakaknya yang mandiri dan bekerja keras serta sukses. Dan itu wajar bagi Lintang, karena Anung memang anak yang berbakti, juga seorang kakak yang bertanggung jawab. “Jangan kamu khianati Ajeng, Lintang. Jangan sampai tergoda dengan siapapun. Kamu sangat beruntung telah berhasil merebut hati Ajeng karena dia perempuan yang baik dan tulus, dan tidak panta

