Aku membuka mataku perlahan, dan menarik napas panjang. Lengan hangat yang melingkar diperutku membuat senyumku mengembang. Suara napasnya yang tenang terasa di belakang leherku. Sudah lama aku tidak merasakan tidur nyenyak seperti ini. Tidurku semalam tanpa mimpi. Pria yang selalu ada dimimpiku kini nyata ada bersamaku. Ini hari ke lima kak Drian tinggal bersamaku, dan aku semakin ingin dia tetap disini bersamaku. Aku sudah terbiasa dengan kehadirannya, bau khas tubuhnya, kebersamaan kami. Setiap hari kak Drian mengantar dan menjemputku ke kantor. Dia juga selalu membuat sarapan dan makan malam untuk kami berdua. Seperti pagi ini saat aku selesai mandi, wangi sandwich panggang memenuhi ruangan. Aku mengeringkan rambut basahku dengan handuk, dia mendekat lalu mencium ceruk leherku. Aku

