Chapter 32 - Guilty Feeling Yaya sama sekali tidak menduga kalau yang mengetuk pintu kamarnya adalah El, suaminya yang ternyata sudah pulang dari luar kota. Karena tadi ia sempat berpikir kalau orang yang sedang mengetuk pintu kamarnya adalah salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di rumah sang ayah mertua, lantaran ia belum keluar dari dalam kamar untuk makan malam. “El ....” Yaya segera membalas pelukan El dengan tak kalah eratnya. Karena pria itu langsung memeluknya tanpa aba-aba setelah ia membukakan pintu kamar. “Maaf.” El menggumamkan kata maaf sembari menghirup aroma sampo yang menguar dari rambut setengah basah milik Yaya. Lalu mengecup pucuk kepala istrinya dengan penuh perasaan untuk menyalurkan sedikit kerinduan. “Untuk ...?” tanya Yaya yang sudah mendongak. “Unt

