Chapter 44 - Broken Hearts Yaya mulai membuka kelopak matanya secara perlahan-lahan, sementara hidungnya sudah mencium bau obat-obatan serta disinfektan yang cukup menyengat di indra penciuman. Lalu ia pun mulai memperhatikan keadaan di sekitar. Namun, rasa pegal di tangan kirinya langsung menarik perhatian, yang membuatnya segera mengangkat bagian punggung tangan kirinya itu ke udara, dan melihat jarum infus yang sedang terpasang di sana. Yaya lantas menghela napas pelan setelah meletakkan kembali tangan kirinya ke atas brankar. Ternyata dirinya benar-benar berakhir di rumah sakit sekarang. Dan ia tidak tahu harus melakukan apa, apa lagi saat ini dirinya sedang sendirian di sana, karena tidak ada satu pun orang yang terlihat sedang menemaninya. Selanjutnya, pandangan Yaya mulai me

