“Lalu, ke mana?” tanya Yaya. “Ke penthouse milikku, dan kita akan menginap di rumahnya Papa saat weekend saja. Lagi pula, Papa juga masih sibuk bekerja, dan jarang berada di rumah.” El tersenyum ke arah Yaya. “Itu ide yang bagus, ‘kan?” “Tentu saja,” balas Yaya dengan anggukkan di kepala. Setidaknya El masih memiliki keinginan untuk menemani ayahnya di rumah. ____________ Chapter 34 - El’s Penthouse “Hai, Ansel.” Yaya langsung tersenyum lebar begitu melihat Ansel yang membukakan pintu apartemen untuknya. “Halo, Aunty!” Ansel membalas sapaan Yaya dengan senyum ceria yang menghiasi wajah tampannya. Lalu ia pun menoleh ke arah belakang untuk memberitahu ibunya yang belum kelihatan batang hidungnya. “Mamaaaaa, lihat! Ada Aunty Yaya.” Selanjutnya, Hannah menyahut dari arah dalam. “Iy

