Yaya kontan menganga tak percaya begitu mendengar hal itu, karena ia tidak menyangka kalau Reyhan masih mengingat janji yang pernah diucapkannya tiga tahun yang lalu. “Baiklah, kalau begitu aku akan berganti pakaian dulu. “Kau harus tetap menunggu di situ,” sambung Yaya saat Reyhan akan melangkah masuk. Reyhan hanya tersenyum geli, dan segera mengangguk. Lalu membiarkan Yaya kembali mengunci pintu, sementara dirinya akan tetap menunggu. *** Chapter 21 - A Photo Berhubung Reyhan tadi terlihat menggunakan pakaian yang kasual, jadi Yaya memutuskan untuk memakai pakaian dengan konsep yang sama. Ia hanya memadukan celana jeans dengan sweater rajut berwarna maroon. Lalu mengaplikasikan wajahnya dengan bedak tabur. Tak perlu waktu lama, Yaya sudah siap untuk pergi makan malam bersama Re

