“Sayang... Kok pertanyaannya begitu. Ukuran cinta itu bukan karena ada anak atau tidak. Memang kata orang kalau tidak ada anak hidup kita terasa hambar. Tapi, aku sudah punya Karel dan Keisha. Jika selanjutnya kita diberi anak lagi, itu akan menambahkan kebahagiaan kita. Tapi, bukan berarti sekarang aku tidak bahagia. Aku sudah sangat bersyukur dengan adanya kamu dan anak-anak. Aku sayang kalian. Jadi, aku mohon, sayang. Jangan pikirkan masalah kehamilan kamu lagi. Kita jalani saja. Nanti masa itu pasti tiba.” Melodi mendongakkan wajah, menatap suaminya yang terlihat sedih. “Maaf, Mas. Aku hanya takut kamu ninggalin aku karena aku belum kasih keturunan.” “Aku tak seperti itu. Aku sayang kamu. Janji, ya... Jangan sedih-sedih. Kita jalani hidup kita, kita besarkan Keisha dan Karel. Melodi
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


