“Mas..., Aku, kan sudah bilang bukan aku yang chatting. Seharian aku tidur di kamar tamu. Handphone aku di kamarku.” Melodi berusaha memberi penjelasan pada Alfa. Ia memang tidak tahu apa-apa mengenai itu semua. “Terus yang chatting ini siapa, Melodi? Siapa yang ngetik? Hantu?” Tatapan tajam Alfa sangat menusuk hati Melodi. Ia tak tahu harus menjelaskan apa. “Maaf, aku memang salah tidak memberi kabar bahwa aku sakit. Karena aku tahu kamu sangat sibuk hari ini, bahkan sampe pulang telat. Tapi, Mas... Aku enggak memegang ponsel hari ini. Aku juga enggak tahu kenapa chattingnya itu ada. Kamu sendiri tahu aku, kan, aku bukan wanita yang selalu pegang gadget.” Suara Melodi mulai bergetar. Alfa mengeluarkan kartu SIM dari ponsel Melodi, lalu mematahkannya. “Mas,” panggil Melodi Tapi sayan

